Sabtu, 19 September 2026

What if I Call - By Alex Crichton

 Angkasa terlihat hitam pekat hari ini seperti piringan musik yang kini mulai menari di atas gramofon usang. 


"So what if i call?~"

"And you pick up the phone~"


Robert yang kini berdiri menyesap rokok di depan jendela apartemennya yang bergaya victorian. Sesekali ia menengadahkan wajah ke langit malam lalu bergumam. 


Layla ku, sepertinya kamu sangat bahagia di sana sehingga tidak pernah hadir lagi di sela-sela mimpiku. Tidak, aku tidak cemburu Layla. Tapi, jika saja. Jika saja kamu kesepian karena merindukan ku maka peluklah aku dan buat mimpi ku menjadi indah lagi. 


Robert mulai merenggangkan badannya, sekali isap lalu menggesekkan bara rokok dengan asbak, membiarkan rasa kantuk menelan dirinya. Piringan musik itu di cabutnya sebelum menuju akhir, yang tanpa sadar Robert melanjutkan dengan nyanyiannya sendiri. 


"But, what if you lonely? And you know I'm too. And I get the chance to say I miss you. I miss you".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dear Lyvia Watson

  Dear Lyvia Watson, Lyvia wanitaku, sudah dua tahun sejak aku berangkat dari Hereford ke ibu kota London maka sudah dua tahun juga tidak ...