Dear Lyvia Watson,
Lyvia wanitaku, sudah dua tahun sejak aku berangkat dari Hereford ke ibu
kota London maka sudah dua tahun juga tidak kulihat wajah cantikmu. Aku terus
membawa fotomu di manapun aku melangkah di setiap sudut London ini sebagai
penenang jiwa dan alasanku berjuang sampai sekarang.
Sesaat aku teringat kembali pertemuan pertama kita. Saat itu hujan deras,
aku dengan angkuhnya tidak membawa payung padahal saat itu lagi musim hujan dan
berakhir mampir di toko bakery karena kebasahan. Lonceng pintu berbunyi aku masuk
dengan wajah yang masam kau berbalik kepadaku, kau melihatku dan menyapaku
sebentar terlihat jelas raut wajahmu yang simpati dengan keadaanku sekarang.
Kau mengatakan kira-kira seperti ini.
"Selamat sore, tuan. Sepertinya anda mampir di sini karena sedang
hujan. Biar saya bantu jemur jas anda di belakang. Sementara itu, tuan ingin
minum sesuatu yang hangat?"
Sejenak aku terpaku akan sosokmu yang indah rambut cokelat yang sengaja
kau biarkan tergerai, sorot matamu yang teduh dan hangat, dan wajahmu yang
pucat dengan bintik-bintik coklat khas wanita Inggris.
Lyvia wanitaku, semenjak itu aku tak pernah menyalahkan diriku karena
tidak membawa payung sehingga aku kebasahan juga tidak pernah menyalahkan
diriku karena berwajah masam di depanmu. Jika semua itu tidak terjadi maka
mungkin kita lebih lambat saling mengenal.
Lyvia wanitaku, akhir-akhir ini aku berandai-andai untuk mempunyai anak
laki-laki. Bukan, bukan karena anak perempuan itu disayangkan tetapi aku
berpikir anak laki-laki akan dapat melindungimu jika aku pergi jauh lagi
seperti sekarang. Anak laki-laki memang tidak tahu tentang masalah rumah
apalagi dapur. Namun, anak laki-laki adalah seorang pekerja keras. Anak
laki-laki akan membantu merawat kebun Mr. Dillbert, membantu peternakan sapi Mr.
Helmut atau menggendong mu ke Dr. Garth karena terjatuh dari tangga seingat
kau selalu ceroboh dalam hal kecil.
Lyvia wanitaku, sekarang aku hanya risau membayangkan kau di rumah
seorang diri menyantap makanan dan tidur di ranjang seorang diri tanpa sosok
aku bersamamu. Aku akan kembali secepat yang aku usahakan. Aku akan kembali ke
rumah.
Dari suamimu yang selalu merindukan kehadiranmu,
Elmer Watson